Menu Close

5 Cara Mengarahkan Bisnis Keluarga Menuju Sukses

Ia berpikir untuk menjual karyanya itu pada teman-teman sekolahnya. Anindya kecil bahkan sudah terlatih berpikir kreatif dan melatih jiwa wirausahanya. Sejauh yang diamati konsultan bisnis keluarga di Indonesia, bisnis keluarga umumnya memiliki tata kelola yang lebih bersifat casual dan lemah dalam bidang perencanaan. Walaupun hal ini dapat di tutupi dengan sifat fleksibel dan kecepatannya dalam bereaksi, namun kurangnya pendekatan manajemen yang sistematis tetap terasa menjadi kendala. Nama yang satu ini pastilah paling sering terdengar di Indonesia. Adalah Bakrie Group yang berdiri sejak tahun 1942, dengan bidang usaha bermacam-macam.

Mukesh sekarang memimpin konglomerat yang berbasis di Mumbai, yang memiliki kompleks penyulingan minyak terbesar di dunia. Dia tinggal di mansion 27 lantai yang disebut sebagai kediaman pribadi termahal di dunia. “Komitmen kuat untuk mengurangi ketidaksetaraan, untuk meningkatkan peluang bagi semua, menurut saya merupakan aspek mendasar dari cara kita pulih dari pandemi.” lanjutnya.

Penjahit Sunny hampir menyerah dan berputus asa dalam membuat tas kulit yang diterima masyarakat Jepang. Sunny terus mencoba dan bertekad kuat membuat tas kulit yang berkualitas agar dapat diterima oleh masyarakat Jepang. Pada tahun 2011 Renny memutuskan untuk mengelola bisnis mebel keluarganya yang berlokasi pada daerah Tangerang. Adanya permintaan pasar dari pelanggan tetap membuat usaha keluarga ini dirasa perlu untuk diteruskan menurutnya.

Melanjutkan usaha keluarga

Menjalankan usaha keluarga berarti harus bersedia memikul beban untuk mempertahankan prestasi usaha, atau membuat usaha lebih maju dari generasi sebelumnya. akan mengalami kebingungan, memilih untuk melanjutkan pendidikan S2 ataukah memulai karir dengan bekerja di korporat atau memulai bisnis sendiri bahkan ada yang memilih untuk meneruskan bisnis keluarga. Ada satu cara agar dapat mengetahui secara detail tentang segala hal bisnis keluarga Anda, adalah dengan terjun atau terlibat langsung di perusahaan. Sebelum memegang jabatan penting, seperti Direktur Utama menggantikan sang ayah misalnya, Anda dapat magang di perusahaan orangtua atau membantu dari posisi staf advertising.

Yang seperti ini biasanya karena usaha yang dikelola memang sudah besar dan orang tua selaku pemilik utama sudah tidak mampu melanjutkan lagi. Sehingga karena tidak mungkin untuk ditutup, akhirnya menyerahkan kepada anak untuk dilanjutkan. Bekerja bersama keluarga bisa menjadi salah satu cara untuk mengembangkan hubungan dengan anggota keluarga lainnya. Namun, pada saat yang sama, ada beberapa tantangan yang berkaitan dengan bisnis keluarga, misalnya perselisihan dan perlakuan yang dianggap tidak seimbang di antara karyawan. Ini yang perlu Anda perhatikan saat Anda bekerja di perusahaan keluarga. Melanjutkan bisnis keluarga yang telah mempunyai nama besar bukan perkara mudah.

Persis seperti salah satu quote terkenal dari Bob Sadino, bisnis terbaik itu bukan bisnis yang terus ditanyakan, tapi langsung dijalankan. Ilmunya memang tetap dibutuhkan, tapi tidak dengan tanya kesana kesini tanpa keberanian untuk memulai. Belum lagi kalau keluarga atau pasangan setengah hati karena tidak yakin dengan prospek bisnis yang akan digeluti.

Setelah mengikuti perkembangan pasar, Anda menjadi tahu hal-hal yang dibutuhkan dan diinginkan oleh konsumen. Anda harus bisa beradaptasi dengan konsumen agar mengetahui apa yang diinginkannya. Selain itu, Anda pun harus siap menerima kritik dan saran yang diberikan oleh konsumen atau masyarakat di sekitar agar bisnis Anda mampu berkembang. Anda tidak memiliki modal yang cukup untuk mengembangkan bisnis tersebut menjadi lebih baik.